Manfaat Menghafal Ayat Alkitab


Ada sedikitnya empat alasan untuk mendorong anak-anak menghafalkan ayat Alkitab:

01. Anak-anak memiliki daya ingat yang mengagumkan.
Anak-anak mudah menghafal. Bahkan, mereka sering menghafal tanpa bersusah-payah. Karena menghafal begitu mudah bagi mereka, mereka tidak pernah berhenti menghafal. Mereka akan menghafal baik apa yang dunia tawarkan kepada mereka atau pun apa yang kita tawarkan kepada mereka. Mengapa tidak memanfaatkan karunia yang Allah berikan ini demi keuntungan pertumbuhan rohani anak-anak kita? “Jendela kesempatan” ini terbuka selama kira-kira 12 tahun. Sesudah usia 12 tahun, menghafal lebih sulit - kecuali jika seorang anak sudah terlatih dan terbiasa menghafal.

02. Apa yang dipelajari pada masa kanak-kanak sering bertahan seumur hidup.
Jauh lebih sulit bagi kaum dewasa untuk menghafal ayat dibandingkan dengan anak-anak. Kita sering merasa lumpuh karena kita tidak memiliki lebih banyak ayat hafalan. Bagi banyak kaum dewasa, ayat-ayat yang mereka kenal baik (yaitu yang terlintas di pikiran sebagai suatu tanggapan otomatis) adalah ayat-ayat yang dipelajari pada masa kanak-kanak. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan ini!

03. Menghafal ayat memberikan anak-anak penasihat dan pelindung yang senantiasa siap sedia.
Kita tidak bisa senantiasa bersama dengan anak-anak kita. Jika Firman Allah tinggal berlimpah di dalam diri mereka, mereka memiliki nasihat bijak dengan mereka sepanjang masa. Selain itu, Firman Allah jauh lebih berkuasa ketimbang kata-kata kita; ia akan melindungi mereka dari serangan musuh.

04. Menghafal ayat membuat penerapan dan tanggapan terhadap Firman lebih mudah.
Situasi-situasi yang muncul di seluruh kehidupan kita, apakah itu memperlihatkan suatu kebenaran atau menuntut sebuah kata nasihat alkitabiah (misalnya, Apakah yang kamu lakukan jika seseorang berkata kasar kepada kamu?). Seringkali dalam situasi-situasi tersebut, Roh Kudus memasukkan ke dalam pikiran sebuah ayat yang pernah kita hafalkan (misalnya, “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.”Amsal 15;1). Ini mungkin jarang terjadi ketika kita hanya menghafal beberapa ayat. Ketika kita mengakui suatu kebenaran Alkitab yang dinyatakan dalam suatu situasi, seringkali ayat tersebut menjadi begitu berkesan di dalam hati kita, dan suatu tanggapan yang saleh dapat dengan mudah kita rasakan dalam hati kita. Tanggapan tersebut bisa muncul dalam bentuk perilaku yang sepatutnya, sikap yang benar, atau dalam ibadah kepada Allah saat kita kagum dengan kebenaran Firman-Nya.

Sumber: Children Desiring God

0 komentar:

There was an error in this gadget

recent comments


Cari di ezramos.blogspot.com...

recommended links

     » Christian Men's Network Indonesia
     » Wanita Bijak
     » Christian Parent
     » All About Parenting
     » Focus On The Family
     » Children’s Ministry Online
     » Jesus for Children
     » Salvation Kids
     » Kid Explorers
     » CBH (Children's Bible Hours)
» Blog ini didedikasikan untuk kedua anak yang kami kasihi, Ezra dan Amos serta kepada seluruh orangtua Kristen yang memiliki anak-anak agar mereka tetap memegang teguh komitmen dan tanggung jawab atas kehidupan anak-anak yang telah Tuhan percayakan kepada mereka. God bless you!

"Hai anakku, jika hatimu bijak, hatiku juga bersukacita." (Ams. 23:15)

meet the parents

Add me Add me

  © 2008 Blogger template by Ourblogtemplates.com

Back to TOP