Pentingnya Kasih Seorang Ayah

Ayah yang "terpenjara" membawa risiko terhadap hubungan pengasuhan dengan anak-anak mereka, demikian menurut hasil data statistik. Perhimpunan Penjara - pada tahun 1999 studi di Columbia University menyatakan bahwa remaja yang mempunyai hubungan yang buruk dengan ayah mereka, 68% kemungkinannya untuk menjadi pecandu minuman keras dan obat bius.

Studi juga menunjukkan bahwa 71% remaja mengatakan bahwa mereka memiliki hubungan yang amat baik dengan ibu mereka. Sedang dengan data responden yang sama menunjukkan hanya 58% yang mengatakan bahwa mereka mempunyai hubungan yang baik dengan ayah mereka. Sebagai tambahan, remaja yang mengaku lebih mudah berbicara dengan ibunya daripada dengan ayahnya tentang masalah kecanduan jumlahnya dua kali lipat lebih banyak.

Setelah merilis laporan ini, USA Today menulis: "Okay para ayah, dengarkan hal ini! Kunci untuk memenangkan perang terhadap kecanduan bukan berdasar polisi atau hukum, tetapi tergantung dari anda semua!"

Jika ada keterkaitan yang kuat antara ayah, anak dan kenaikan masalah kekerasan yang dilakukan oleh remaja, apa yang dapat seorang pria lakukan untuk mendapatkan kembali peran vital kebapaan yang dimiliki seorang ayah?

Ingatlah, kata kunci yang dihasilkan dari studi tersebut adalah membina hubungan. Sayang sekali, banyak pria yang berjuang untuk membangun hubungan yang sehat seringkali gagal karena ayah mereka sendiri (jika mereka melihat sekeliling) bukanlah model ayah yang baik dalam hal perilakunya. Banyak pria percaya mitos bahwa menunjukkan emosi adalah tidak pantas bagi seorang pria. Bagi banyak masyarakat, emosi selaras dengan kelemahan dan akan mungkin mengundang pemangsa dari pihak lain.

Namun semua ayah harus mengakui bahwa untuk menjaga anak-anak mereka selamat dari bahaya kecanduan, mereka harus mengambil risiko untuk memelihara hubungan diantara mereka sebelum terlanjur hal yang buruk terjadi.

Anak-anak umumnya siap untuk suatu hubungan. Mereka membutuhkan perhatian, cinta dan kasih sayang. Begitu banyak ayah yang gagal untuk menyadari bahwa kebutuhan ini tidaklah berubah ketika seorang anak beranjak dewasa. Perbedaannya hanyalah bagaimana seorang ayah mengekspresikan perhatian, cinta dan kasih sayangnya itu. Remaja bertindak seakan mereka tidak membutuhkan atau menginginkan perhatian ayah mereka. Tapi itulah yang disebut akting. Seorang ayah harus mengingat meski anak remajanya terlihat telah dewasa, mereka masih kekurangan apa yang disebut kebijaksanaan yang didapat dari pengalaman hidup menjadi seorang bapak. Anak-anak tidak selalu mengetahui apa yang terbaik bagi diri mereka. Namun remaja tidak akan menerima tuntunan seorang ayah jikalau tidak ada suatu hubungan di antara ayah dan anak.

Seorang remaja 17 tahun menulis: "Terkadang saya merasa begitu sendirian, sepertinya tidak ada yang peduli. Keluarga saya hidup dalam dunia mereka sendiri dan saya hidup dalam dunia saya. Saya tahu ini kedengarannya gila, tapi saya ingin mereka membiarkan saya sendiri dan saya ingin menjadi bagian dari hidup mereka. Kebanyakan ketika mereka meninggalkan saya sendirian justru menjadi waktu-waktu kesunyian yang mengasyikkan."

Surat tersebut mengilustrasikan kesulitan seorang remaja yang sudah belajar apa artinya menjadi dewasa. Dia menginginkan ayahnya meninggalkan dia seorang diri, namun ia justru ingin menjadi bagian dari kehidupan orang tuanya. Anak-anak anda akan berhadapan dengan perasaan yang sama bila anda melakukan hal yang sama terhadap anak-anak anda yang berusia seperti remaja di atas. Jikalau bukan anda sebagai ayahnya yang bisa mencintai dan menerima kondisi yang tidak bersyarat seperti itu, siapa lagi yang akan mereka minta pertolongan untuk mendapat arahan dan petunjuk. Mereka akan menemukan remaja lain dan siapapun yang dapat memberikan mereka perhatian yang mereka butuhkan.

Seorang ayah di manapun ia berada seharusnya belajar membangun dan memelihara hubungan yang intim dengan anak-anak mereka. Di bawah ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan seorang ayah:

Mulai Terlibat
Ayah yang berbelit-belit cenderung keluar dari kegiatan interaksi dengan anak-anak mereka. Mereka menyerah dalam beberapa aktivitas yang sebenarnya begitu penting bagi anak-anak mereka untuk menghabiskan waktu itu bersama ayahnya.

Tunjukkan Bahwa Anda Menerima Anak-anak Anda
Penerimaan seorang ayah menolong anak-anaknya percaya bahwa ayahnya akan mengasihi mereka apapun yang terjadi. Itu mengajarkan anak-anak bahwa mereka dikasihi untuk keberadaan mereka lebih daripada karena apa yang mereka lakukan. Ketika remaja merasa diterima oleh ayah mereka, mereka akan suka untuk membagikan isu-isu sensitif dengan ayah mereka.

Basahi Anak-anak dengan Kasih Sayang
Ekspresikan kasih sayang dengan cara yang berbeda: kata-kata cinta, hadiah kecil yang mengejutkan, sentuhan yang patut yang mengkomunikasikan banyak hal (termasuk gulat ayah dan anaknya). Ketika seorang ayah menunjukkan kasih sayang kepada anak-anaknya, ia mengatakan bahwa mereka layak dikasihi.

Jadilah Konsisten
Dengan jalan inilah anak-anak mengetahui apa yang diharapkan dan apa yang mereka dapat lakukan untuk membayar hal itu.

Terbuka dan Tersedia
Ketersediaan seorang ayah menyatakan hal ini, bahwa anak-anak itu penting bagi ayah mereka. Ketika seorang ayah tidak tersedia bagi anak-anaknya, itu sama saja dengan mengatakan kepada anak-anaknya: "Saya mengasihimu tapi maaf, hal penting lainnya datang mendahului kamu."

Belum terlambat bagi anda untuk belajar memulainya dari sekarang. Ada banyak jembatan yang bisa diperbaiki, namun jika seorang ayah menyisakan komitmen dan konsistensi, baik ayah maupun anak akan mengalami sesuatu yang lebih baik lagi pada akhirnya.

Sumber: Randell Turner/cbn

0 komentar:

There was an error in this gadget

recent comments


Cari di ezramos.blogspot.com...

recommended links

     » Christian Men's Network Indonesia
     » Wanita Bijak
     » Christian Parent
     » All About Parenting
     » Focus On The Family
     » Children’s Ministry Online
     » Jesus for Children
     » Salvation Kids
     » Kid Explorers
     » CBH (Children's Bible Hours)
» Blog ini didedikasikan untuk kedua anak yang kami kasihi, Ezra dan Amos serta kepada seluruh orangtua Kristen yang memiliki anak-anak agar mereka tetap memegang teguh komitmen dan tanggung jawab atas kehidupan anak-anak yang telah Tuhan percayakan kepada mereka. God bless you!

"Hai anakku, jika hatimu bijak, hatiku juga bersukacita." (Ams. 23:15)

meet the parents

Add me Add me

  © 2008 Blogger template by Ourblogtemplates.com

Back to TOP